Kabar-online, Manado- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado) terus melakukan edukasi bagi pemilih di berbagai segmen.
Senin (22/12/2025) KPU melaksanakan sosialisasi pendidikan pemilih kepada delapan segmen pemilih dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih di Kota Manado, bertempat di NDC Resort & Spa.
Ketua KPU Kota Manado, Ferley Kaparang dalam sambutannya menegaskan sebagai penyelenggara pemilu, pihaknya memiliki kewajiban untuk mencetak pemilih yang kritis dan cerdas untuk Pemilu kedepan.
Terlebih tantangan di era digitalisasi saat ini. Dimana informasi hoax serta disinformasi bisa mempengaruhi pemilih dalam memberikan hak suaranya.
“Pemilu bukan hanya saat (tahapan) kampanye dan pemilihan di TPS saja tapi saat ini kita sudah mulai untuk mencetak pemilih cerdas yang tidak gampang tersulut disinformasi,” tukas Kaparang.
Dia menyadari masih banyak kekurangan dalam hal sosialisasi termasuk daerah kepulauan, namun pihaknya tetap berupaya maksimal dengan memanfaatkan media sosial.
Anggota KPU Kota Manado, Ramly Pateda menambahkan partisipasi pemilih di Pilkada 2024 sekitar 65 persen. Hal inipun jadi perhatian penting KPU untuk meningkatkan tingkat pastisipasi di pemilihan umum terlebih Pilkada 2029 nanti.
Harsurl Anom anggota KPU Kota Manado juga menjelaskan bahwa saat ini tahapan yang berlangsung selain pemutakhiran data pemilih juga pemutakhiran data partai politik.
Sementara itu, anggota KPU Provinsi Sulawesi Utara, Awaludin Umbolah mengatakan sosialisasi ini menjadi forum untuk menemukan solusi bagi partisipasi pemilih. Pasalnya tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Kota Manado hanya sekira 60-an persen.
Tidak hanya di Manado, penurunan partisipasi pemilih juga terjadi di tiga kota lain di Sulawesi Utara.
Ketua Bawaslu Kota Manado, Briliant Maengko dalam pemaparannya meminta masyarakat untuk tidak ragu melaporkan dugaan pelanggaran pemilu kepada Bawaslu dan jajaran.
Yang tak kalah penting, dia mengingatkan pentingnya masyarakat sadar hukum dan keterlibatan dalam pengawasan partisipatif.
“Aturan sudah ada, tinggal bagaimana kita menjadi warga yang sadar dan taat hukum. Jangan sampai kita justru terjerat masalah hukum karena money politic,” ucapnya.
Redaksi
