Kabar-online Sulut. Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan Peristiwa Merah Putih tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah, melainkan harus diaktualisasikan dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan kebangsaan masa kini.
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan 80 Tahun Peristiwa Merah Putih yang berlangsung di Lapangan KONI Sario, Kota Manado, Sabtu (14/2/26).
Dalam amanatnya, Gubernur menyebut delapan dekade Peristiwa Merah Putih sebagai bukti nyata keteguhan rakyat Sulawesi Utara dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.
Ia menekankan bahwa peristiwa heroik di Tangsi Militer Teling menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap penjajahan sekaligus tonggak penting yang menegaskan jati diri Sulawesi Utara sebagai bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Ini bukan sekadar upacara tahunan, tetapi momentum untuk menyalakan kembali keberanian, harga diri, dan semangat juang para pendahulu kita,” ujar Gubernur di hadapan peserta upacara.
Ia juga mengajak generasi masa kini untuk meneladani keberanian para pejuang yang menurunkan simbol penjajahan dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih sebagai lambang kemenangan dan kedaulatan bangsa.
Semangat tersebut, menurutnya, terangkum dalam tema peringatan tahun ini, “Bhakti Kami Demi Pertiwi, dari Sulut untuk Nusantara”, sebagai komitmen menjaga persatuan nasional.
Dalam rangkaian peringatan tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar berbagai kegiatan, antara lain Merah Putih Panahan Sulut Open, drama kolosal sejarah, serta aksi pembagian bunga dan cokelat kepada masyarakat sebagai simbol perjuangan yang berakar pada cinta tanah air dan nilai kemanusiaan.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menekankan tiga agenda strategis, yakni penguatan literasi sejarah, peningkatan sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat, serta transformasi semangat juang untuk melawan kemiskinan, ketimpangan, dan perpecahan di era modern.
“Merah Putih di ujung utara Nusantara ini ditegakkan dengan pengorbanan dan air mata. Tugas kita hari ini adalah memastikan api patriotisme itu tetap menyala,” tegasnya sebelum menutup sambutan dengan seruan Sulawesi Utara Maju, Indonesia Jaya
Upacara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Sulut Anik Yulius Selvanus, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Utara, unsur Forkopimda, TNI-Polri, ASN, atlet, pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta keluarga para pejuang Merah Putih.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan beragam pertunjukan olahraga dan seni budaya, mulai dari bela diri seperti Wushu, Muaythai, Karate, Taekwondo, hingga Pencak Silat Militer, serta penampilan Kabasaran massal, dana-dana, maengket, masamper, kolintang, musik bambu, dan drama kolosal yang menggambarkan heroisme perjuangan Merah Putih.
