Jemmy Ringkuangan: World Coconut Day Momentum Dorong Hilirisasi Kelapa Sulut

Kabar-online Sulut. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendorong pengembangan industri dan hilirisasi kelapa untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.

Upaya ini menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan World Coconut Day 2026 di Courtyard by Marriott Manado, Kamis (8/10/26).

Kegiatan internasional tersebut dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, dan dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, bersama Ketua TP-PKK Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus.

World Coconut Day 2026 berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Coconut in Times of Uncertainty: Securing Food, Energy, and Livelihoods”, yang menyoroti peran kelapa dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, dan mata pencaharian masyarakat.

Dalam keterangannya, Ketua Panitia Jemmy Ringkuangan menjelaskan, penunjukan Sulawesi Utara sebagai tuan rumah merupakan hasil keputusan Kongres International Coconut Community (ICC) tahun sebelumnya.

Organisasi internasional yang berdiri pada 1969 tersebut menaungi 21 negara anggota.
Menurutnya, penyelenggaraan World Coconut Day menjadi momentum strategis untuk mempertemukan para pakar, peneliti, dan pelaku usaha dari berbagai negara guna membahas pengembangan komoditas kelapa, termasuk peningkatan produktivitas dan penguatan industri pengolahan.

Ia mengatakan, Sulawesi Utara memiliki potensi besar di sektor perkebunan kelapa karena didukung kondisi geografis yang sesuai. Karena itu, pengembangan industri kelapa perlu terus didorong agar mampu memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi daerah dan petani.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah usia tanaman kelapa yang sudah tua dan tumbuh menjulang tinggi. Kondisi tersebut menyulitkan petani saat melakukan panen, sekaligus meningkatkan tantangan dalam pengelolaan perkebunan.

Untuk mengatasi persoalan itu, pengembangan teknologi budidaya, termasuk kultur jaringan dan rekayasa genetik, menjadi bagian dari inovasi yang perlu dikaji.

Tujuannya menghasilkan tanaman kelapa dengan kualitas buah yang baik, produktivitas tinggi, serta postur pohon yang lebih pendek sehingga memudahkan proses pemanenan.

Selain peningkatan produktivitas, kualitas kelapa asal Sulawesi Utara juga dinilai memiliki daya tarik di pasar ekspor. Kelapa Dalam Mapanget menjadi salah satu varietas yang diminati karena karakteristik dan kualitasnya.

Melalui World Coconut Day 2026, Sulawesi Utara diharapkan dapat memperkuat kerja sama internasional, membuka peluang investasi, serta mempercepat pengembangan industri hilir kelapa.

Dengan demikian, kelapa tidak hanya menjadi komoditas perkebunan, tetapi juga dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan petani, dan penguatan daya saing produk daerah di pasar global.