Delapan Staf Khusus Gubernur Sulut Resmi Gabung Gerindra, Christian Yokung Siap Majukan Olahraga Sulut

Kabar-online Sulut. Delapan figur yang dikenal dekat dengan lingkaran strategis Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, resmi bergabung dengan Partai Gerindra. Bergabungnya para kader baru ditandai dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) dalam agenda konsolidasi partai yang berlangsung di Sulawesi Utara.

Delapan staf khusus gubernur yang kini menjadi kader Gerindra masing-masing yakni Christian Yokung, Reza Sofian, John Sada, Tommy Sampelan, Yance Lantu, Kristo Ivan Lumentut, Januardo Ch Bilang, dan Geovani Kaunang.

Penyerahan KTA dilakukan langsung oleh Gubernur Yulius Selvanus di hadapan kader dan tamu undangan yang hadir. Kehadiran delapan figur tersebut dinilai memperkuat konsolidasi internal partai sekaligus membuka ruang regenerasi politik di kalangan profesional dan generasi muda di Sulawesi Utara.

Salah satu kader baru, Christian Yokung, mengatakan keputusannya bergabung dengan Gerindra didasari kesamaan visi dalam pengembangan olahraga dan pemberdayaan anak muda.

Menurutnya, selama ini ia aktif mendampingi pembinaan cabang olahraga dan pelaku olahraga di Sulawesi Utara. Karena itu, ia melihat program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto memiliki keterkaitan dengan upaya pengembangan sumber daya manusia dan regenerasi atlet di daerah.

“Kenapa Gerindra? Karena saya melihat ada ruang yang nyata untuk memperjuangkan olahraga. Kita ingin pembinaan atlet berjalan, regenerasi tercipta, dan Sulawesi Utara bisa menjadi daerah yang melahirkan prestasi besar di tingkat nasional,” ujar Yokung.

Ia juga menilai perkembangan olahraga di Sulawesi Utara dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren positif dan perlu mendapat dukungan lebih luas, termasuk melalui kebijakan politik.

Bagi Yokung, bergabung dengan Gerindra bukan sekadar langkah politik, tetapi bagian dari komitmen untuk memperluas kontribusi nyata bagi dunia olahraga dan meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah.

“Banyak anak muda yang masih apatis terhadap politik. Tapi lewat olahraga, kita bisa membangun keterlibatan, prestasi, dan semangat untuk ikut mengambil bagian membangun daerah,” katanya.