Kabar-online Sulut. buruh dari berbagai konfederasi memadati kawasan Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Kota Manado dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Senin (4/5/2026).
Aksi yang berlangsung tertib ini menjadi wadah bagi para pekerja untuk menyuarakan aspirasi, terutama terkait perlindungan tenaga kerja di sektor pekerja tambang rakyat sulut.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Tommy Sampelan, dalam orasinya menyoroti pentingnya perlindungan bagi pekerja tambang rakyat.
Ia memperkenalkan gagasan “Petarung” atau Pekerja Tambang Rakyat Unggul, sebagai simbol perjuangan buruh tambang untuk mendapatkan hak yang layak.
“Seluruh pekerja tambang rakyat di Sulut harus mendapatkan jaminan dan perlindungan dari pemerintah,” tegas Sampelan.
Menurutnya, para pekerja tambang sepatutnya memperoleh perhatian dari pemerintah, baik dari sisi keselamatan kerja, jaminan sosial, “ujarnya
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, yang turut hadir bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay dan unsur Forkopimda, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperhatikan nasib buruh.
“Saya dan Pak Victor, Forkopimda, dan semua yang hadir di panggung ini menampakkan wajah kepada kalian semua menunjukkan keseriusan kami untuk mengurusi buruh dan pekerja,” ujar Selvanus di hadapan massa aksi.
Ia menekankan bahwa pembangunan di Sulawesi Utara harus bersifat inklusif dan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pekerja yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Gubernur juga memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara saat ini berada di atas rata-rata nasional. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan hingga mencapai angka 76 persen,
Meski demikian, ia mengakui bahwa peran buruh kerap luput dari sorotan dalam narasi pembangunan. “Pengabdianmu mungkin tidak selalu terlihat, tetapi hasilnya bisa kita rasakan bersama,” ujarnya.
