Royke Roring Serap Aspirasi Warga Bumi Nyiur, Infrastruktur dan Penanganan Sampah Jadi Sorotan

Kabar-online Sulut. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Royke Octavian Roring,  melaksanakan Reses II Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 di Kelurahan Bumi Nyiur, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Selasa (4/8/26).

Dalam kegiatan tersebut, berbagai persoalan infrastruktur dasar, penerangan jalan, hingga penanganan sampah menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga.

Sejumlah masyarakat memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan keluhan secara langsung. Warga mengeluhkan tumpukan sampah di ruas jalan utama menuju SMK Negeri 6 Manado dan meminta pemerintah menyediakan tempat sampah di lokasi tersebut.

Selain itu, warga juga meminta pemasangan lampu penerangan jalan karena kondisi jalan yang gelap pada malam hari dinilai membahayakan pengguna jalan.

Keluhan serupa disampaikan terkait belum adanya tiang lampu jalan di beberapa titik permukiman.

Persoalan infrastruktur lainnya turut menjadi perhatian. Warga mengeluhkan kerusakan jalan sepanjang sekitar 210 meter di Perumahan Pakowa Indah yang hingga kini belum mendapat perbaikan.

Aspirasi lain yang disampaikan meliputi perbaikan drainase, jalan lingkungan, serta pemasangan reling pengaman di sejumlah lokasi yang dianggap rawan.

Masalah kebersihan lingkungan juga mendominasi dialog. Warga melaporkan pencemaran Sungai Mayondok akibat sampah yang dibuang sembarangan.

Selain itu, masyarakat menyoroti kondisi kendaraan pengangkut sampah yang dinilai sudah tidak layak beroperasi sehingga menghambat pelayanan kebersihan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Royke Roring menegaskan seluruh masukan masyarakat akan menjadi perhatian dan dikawal sesuai kewenangan.

Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan Kota Manado terkait penanganan sampah, termasuk mengecek kondisi armada pengangkut sampah yang digunakan saat ini.

Royke juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Untuk persoalan infrastruktur, Royke berkomitmen mengupayakan perbaikan lampu penerangan jalan, tiang lampu, drainase, hingga paving block agar dapat segera direalisasikan.

Terkait kondisi Sungai Mayondok, ia menjelaskan pemerintah telah melakukan pelebaran sungai, namun keberhasilan penanganannya tetap membutuhkan dukungan masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan tersebut.

Sementara itu, Lurah Bumi Nyiur, Monalisa Agreesany Kumeang, mengatakan sebagian besar aspirasi masyarakat berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur seperti jalan dan drainase, serta penanganan sampah yang dinilai perlu ditingkatkan.

Ia berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan warga dalam kegiatan reses tersebut dapat diperjuangkan oleh Royke Roring, baik di tingkat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara maupun pemerintah pusat, sehingga dapat segera direalisasikan demi meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat Kelurahan Bumi Nyiur.