Gubernur Yulius Selvanus Buka Rakerda Pertanian, Ingatkan Ancaman El Nino dan Karhutla

Kabar-online Sulut. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pembangunan Pertanian dan Apel Siaga Penyuluh Pertanian se-Sulawesi Utara di Aula Mapalus Kantor Gubernur, Kamis (20/8/26).

Dalam arahannya, Gubernur menyoroti ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia meminta seluruh penyuluh pertanian meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi di lapangan.

Yulius mengungkapkan, saat ini lebih dari 1.000 hektare lahan di Sulawesi Utara telah terdampak kekeringan, yang di sejumlah wilayah turut memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Ini ancaman serius bagi dunia pertanian kita, karena berpotensi memicu inflasi dan kekurangan pangan jika tidak segera kita atasi bersama,” tegas Yulius.

Menurutnya, sedikitnya delapan kabupaten dan kota di Sulawesi Utara berpotensi mengalami kekeringan akibat menurunnya intensitas hujan sejak akhir Mei lalu.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, lanjut Gubernur, telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Di antaranya melalui penyaluran alat dan mesin pertanian, bantuan pompa air, serta koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk penanganan dan perbaikan jaringan irigasi.

Di tengah kondisi geografis Sulawesi Utara yang didominasi kawasan pegunungan dan perbukitan, Yulius mendorong penyuluh pertanian untuk terus menghadirkan inovasi dalam mendukung peningkatan produksi pangan.

Ia juga meminta para penyuluh memperkuat pendampingan kepada seluruh kelompok petani, termasuk kelompok tani, petani milenial dan kelompok petani perempuan.

“Kalian adalah garda terdepan yang berhadapan langsung dengan para petani.

Jika menemukan kendala atau ancaman kekeringan dan karhutla di lapangan, segera laporkan. Jangan diam, agar kita bisa melakukan tindakan cepat dan koordinasi lintas sektor,” ujarnya.

Gubernur berharap Rakerda Pembangunan Pertanian tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi menghasilkan rumusan kebijakan serta langkah kerja yang konkret untuk memperkuat sektor pertanian.

Melalui sinergi pemerintah, penyuluh dan petani, Yulius menargetkan Sulawesi Utara semakin mandiri, tangguh dan mampu mewujudkan ketahanan serta swasembada pangan.