Lippo Karawaci Akuisisi Hotel Aryaduta Manado Rp543,4 Miliar, Perkuat Ekspansi di Indonesia Timur

Kabar-online Tangerang. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) terus memperkuat strategi ekspansi di kawasan Indonesia Timur. Melalui anak usahanya, PT Aryaduta Karawaci Management, perseroan resmi mengakuisisi Hotel Aryaduta Manado dengan nilai transaksi mencapai Rp543,4 miliar.

Akuisisi ini merupakan bagian dari langkah agresif LPKR dalam memperluas portofolio aset di Sulawesi, dengan total nilai dua transaksi mencapai sekitar Rp700 miliar.

Detail Akuisisi
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, transaksi tersebut mencakup lahan seluas 3.029 meter persegi beserta seluruh bangunan hotel yang sebelumnya dimiliki oleh PT Menara Abadi Megah.

Nilai akuisisi ditetapkan sebesar SGD41,3 juta atau setara Rp543,4 miliar, dengan asumsi kurs Rp13.157,89 per dolar Singapura. Meski demikian, nilai final masih dapat mengalami penyesuaian tergantung pada komponen belanja modal (capital expenditure) yang belum diselesaikan.

Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi brand Aryaduta di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di wilayah Sulawesi.

Dampak terhadap Perusahaan
Corporate Secretary LPKR, Ratih Safitri, memastikan bahwa aksi korporasi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan perusahaan.

Menurutnya, nilai transaksi masih berada di bawah 20 persen dari total ekuitas perseroan sehingga tidak tergolong sebagai transaksi material. Selain itu, tidak ada dampak terhadap aspek operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Ekspansi Berlanjut di Sulawesi
Tak hanya sektor perhotelan, LPKR juga memperluas bisnis ritelnya di kawasan timur Indonesia. Melalui entitas PT Andromeda Sakti, perusahaan mengakuisisi Lippo Plaza Baubau dari PT Buton Bangun Cipta dengan nilai sekitar SGD12 juta atau setara Rp157,4 miliar.

Optimisme Kinerja
Serangkaian aksi ekspansi ini mencerminkan optimisme LPKR terhadap prospek sektor properti dan perhotelan di luar Pulau Jawa. Kinerja keuangan perusahaan juga tercatat solid, dengan perolehan laba bersih mencapai Rp630 miliar sepanjang tahun 2025.

Dengan strategi ekspansi yang berkelanjutan, LPKR menargetkan penguatan posisi sebagai salah satu pemain utama di industri properti nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi.