Tito di Musrembang Sulut : Tekan Pemborosan, Perkuat Ekonomi Kreatif

Kabar-online Sulut. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan pentingnya disiplin pengelolaan keuangan daerah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Sulawesi Utara yang digelar di Gedung Mapalus, Kamis (9/4/2026).

Menteri dalam negeri Tito Karnavian dalam Musrembang Provinsi Sulawesi Utara

Dalam arahannya, Mendagri Tito mengungkapkan bahwa Provinsi Sulawesi Utara masuk dalam kategori kapasitas fiskal lemah, berbeda dengan sejumlah daerah lain di Indonesia yang memiliki kapasitas fiskal sedang hingga kuat. Kondisi ini membuat sebagian besar daerah di Sulut, khususnya kabupaten dan kota, masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

“Provinsi Sulut secara umum masih cukup, tetapi kabupaten dan kota masih sangat berharap pada dukungan pusat,” ujar Tito.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan daerah secara bijak dan efisien. Pengeluaran yang tidak prioritas seperti belanja makan minum, perjalanan dinas, dan kegiatan seremonial diminta untuk ditekan, agar anggaran dapat dialihkan ke program-program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, Tito juga mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja. Ia mengingatkan agar daerah tidak terjebak dalam kondisi belanja yang lebih besar dari pendapatan.

“Bagaimana kita meningkatkan pendapatan, jangan sampai belanja lebih besar dari pendapatan,” tegasnya.

Tito juga menambahkan bahwa salah satu program utama Presiden saat ini adalah sektor perumahan bersubsidi, yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. ” Menteri Maruarar Sirait hari ini memberi 15, 000 Rumah bersubsidi untuk kabupaten kota di Sulut. “Ujarnya

Tak hanya itu, Tito turut mendorong pengembangan sektor usaha kreatif sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggalakkan gerakan menanam di lingkungan masing-masing sebagai langkah konkret mendukung ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.

Musrenbang ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah di Sulawesi Utara untuk menyusun perencanaan pembangunan yang lebih terarah, efisien, dan selaras dengan program prioritas nasional.