Kabar-online Sulut. Ketua Panitia Pelaksana Open Tournament Tidar Drag Race & Drag Bike, Lucky Sugeha, memberikan penjelasan terkait penanganan korban serta posisi Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulawesi Utara dalam ajang balap yang berlangsung di sirkuit non-permanen Jalan AP Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara.
Penjelasan tersebut disampaikan Lucky untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus mencegah munculnya saling menyalahkan menyusul insiden maut yang terjadi dalam kegiatan tersebut.
Lucky menegaskan, panitia pelaksana mengambil tanggung jawab atas penanganan para korban. Sejumlah langkah telah dilakukan, baik terhadap korban meninggal dunia maupun mereka yang mengalami luka dan masih menjalani perawatan.
Menurutnya, panitia telah mendatangi rumah duka delapan korban meninggal dunia dan menyerahkan santunan kepada masing-masing keluarga.
“Kami dari panitia sudah berkunjung ke rumah korban yang delapan orang itu dan memberikan santunan,” ujar Lucky Sugeha.
Selain santunan, panitia bersama Pemerintah Kota Kotamobagu turut membantu kebutuhan pelaksanaan takziah dan tahlilan di rumah keluarga korban.
Sementara bagi korban luka, panitia juga melakukan pendampingan, termasuk terhadap empat pasien yang harus dirujuk ke RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.
Lucky mengatakan, tim pendamping telah disiapkan untuk membantu para korban selama menjalani perawatan di Manado. Panitia juga membantu kebutuhan operasional pasien serta keluarga yang mendampingi.
“Ada empat orang yang dirujuk di Rumah Sakit Kandou, sudah kami adakan pendampingan dan alhamdulillah sudah mendapat tempat.
Dilayani oleh teman kami dokter di RS Kandou, dan kami juga membantu biaya selama mereka dan keluarga mendampingi pasien,” jelasnya.
Pendampingan serupa, lanjut Lucky, tetap diberikan kepada korban yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kotamobagu.
Ia memastikan tidak ada korban yang ditinggalkan dan seluruh kebutuhan yang berkaitan dengan penanganan pasien akan diupayakan oleh panitia.
“Pasien yang ada di sini juga tetap kami dampingi, tidak ada yang ditinggalkan oleh panitia. Segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan mereka tetap panitia penuhi,” tegas Lucky.
Di sisi lain, panitia juga menyatakan siap mendukung proses penyelidikan terkait insiden tersebut. Lucky menyebut pihaknya telah mendampingi tim Korlantas Polri ketika melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Panitia juga memberikan data teknis yang dibutuhkan dalam proses pemeriksaan, termasuk informasi mengenai panjang lintasan, jarak pengereman, serta lisensi para pembalap.
Dalam kesempatan tersebut, Lucky turut memberikan klarifikasi mengenai keterlibatan TIDAR Sulawesi Utara dalam kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa TIDAR Sulut bukan pihak yang menjalankan teknis penyelenggaraan balapan di lapangan. Menurutnya, TIDAR hadir sebagai pihak yang memberikan dukungan atau sponsor terhadap kegiatan.
“Untuk Tidar itu adalah bagian dari sponsorship. Jadi Tidar ini memfasilitasi dan mensponsori kegiatan yang dilaksanakan oleh Dewan Penasehat,” kata Lucky.
Ia menyebut dukungan TIDAR Sulut juga berperan dalam proses penanganan korban pascainsiden. Koordinasi dilakukan bersama panitia untuk membantu korban yang menjalani perawatan maupun keluarga korban meninggal dunia.
“Dukungan dari Tidar itu luar biasa. Atas nama panitia, kami juga telah berkoordinasi dan bergerak bersama untuk penanganan korban, baik yang dirujuk ke Manado, dirawat di rumah sakit lokal, maupun keluarga korban yang meninggal dunia,” ungkapnya.
Lucky berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai pembagian peran antara panitia pelaksana dan pihak yang memberikan dukungan terhadap kegiatan.
Panitia, kata dia, bersama pihak sponsor akan tetap memberikan pendampingan kepada para korban dan keluarga terdampak hingga proses penanganan selesai.
