Kabar-online Kotamobagu. Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulawesi Utara, Standius Bara Prima, mendatangi sejumlah keluarga korban insiden kecelakaan ajang Drag Race-Drag Bike Kotamobagu, Kamis (13/8/26).
Kunjungan tersebut dilakukan lima hari setelah tragedi yang terjadi pada Minggu (9/8/26), Standius tidak datang seorang diri. Ia bersama Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat, Anggota DPRD Sulut Dhea Lumenta, Ketua Panitia Drag Race-Drag Bike Lucky Sugeha, pengurus TIDAR Sulut dan Kotamobagu, serta Asisten I Pemkot Kotamobagu Sahaya Mokoginta.
Sebelum menuju rumah keluarga korban, Standius terlebih dahulu berada di Manado untuk menjenguk sejumlah korban yang masih menjalani perawatan di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou.
Dari Manado, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Kotamobagu. Kunjungan diawali di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, kemudian berlanjut ke Desa Pontodon.
Di Pontodon, rombongan diterima Sangadi Mulyono Mokodompit bersama keluarga. Dalam suasana penuh duka, Standius menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan santunan kepada keluarga korban.
Kunjungan juga dilakukan ke sejumlah rumah keluarga korban lainnya, termasuk di Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow.
Kehadiran Standius menjadi bentuk kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan setelah tragedi tersebut. Selain memberikan bantuan, ia memilih bertemu langsung dengan keluarga korban untuk menyampaikan dukungan dan rasa empati.
Tragedi kecelakaan dalam pelaksanaan Drag Race-Drag Bike Kotamobagu menjadi perhatian luas setelah sejumlah korban meninggal dunia dan lainnya harus mendapatkan perawatan medis.
TIDAR diketahui merupakan salah satu sponsor dalam penyelenggaraan Open Tournament Drag Race-Drag Bike Kotamobagu 2026.
Di tengah sorotan yang muncul pascakejadian, Standius memilih menemui langsung keluarga korban dan menyampaikan belasungkawa atas kehilangan yang mereka alami.
Kunjungan tersebut dilakukan dari satu rumah ke rumah lainnya. Selain menyerahkan santunan, rombongan juga berbincang dengan keluarga serta mendengarkan kondisi mereka setelah kehilangan anggota keluarga dalam peristiwa tersebut.
Bagi keluarga korban, bantuan yang diberikan menjadi bentuk perhatian di tengah masa berduka. Sementara kehadiran langsung di rumah duka menunjukkan bahwa kepedulian tidak berhenti pada pemberian santunan.
Tragedi yang terjadi di arena balap tersebut kini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Di tengah proses pemulihan para korban yang terluka dan suasana berkabung keluarga yang kehilangan, dukungan dari berbagai pihak terus dibutuhkan.
Kunjungan Standius bersama rombongan menjadi salah satu bentuk kepedulian pascakejadian, sekaligus upaya memberikan dukungan moral kepada keluarga korban yang sedang menghadapi masa sulit.
